بِسْمِ اللّٰھِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمٍ

ASSLMKM WR WB
AHLAN WA SAHLAN.................

KHAIFA HALUK ?

PESAN

Ayo kembali pada Al Qur'an & As Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Rasulullah dan para Sahabat beliau............

HIKMAH

..........Dalam ibadah niatkan karena Cinta kepada Allah SWT, karena takut adzab neraka Allah SWT, dan karena mengharap balasan surga dari Allah SWT. Insya Allah itu dapat mengantarkan qta ikhlas dalam beribadah.......
Showing posts with label ISLAM. Show all posts
Showing posts with label ISLAM. Show all posts

Saturday, December 10, 2011

3 Tahapan Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrahmah.


3 Tahapan Menuju
Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrahmah.


Saat ini q telah menyelesaikan studi q sebagai seorang dokter, namun belajar bagi seorang dokter tiada habisnya… Didalam Islam pun telah diperintahkan untuk selalu menuntut ilmu. Aq pun masih haus akan ilmu itu. Selain menuntut ilmu, q pun mencari rezeki Allah di dunia sebagai bekal tuk menuju akhirat Allah. Namun koq masih ada yang serasa belum klop y…. setelah q pikir2 lg… oh y…. q jg harus mencari teman hidup… teman berbagi…Seorang istri yang sholihah, yang dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Seiring waktu berjalan, blum jg q tau tempat menjemput dia, kapan waktu meminang dia, dan kapan kami bisa membina sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah… Beberapa langkah akan q lalui…:

1.     Q jemput Dia dengan Tahajud dan Dhuha
    Jodoh qta telah ditetapkan Allah semenjak belum ditiupkannya ruh. Dan q yakin Allah telah menetapkan jodoh yang terbaik untuk q. Qta pun tidak pernah tau siapa jodoh qta kelak. Jadi disini qta bukan mencari jodoh qta, namun menjemputnya. Karena sebenarnya jodoh qta itu ada bukan tidak ada lalu qta cari. Dan belum tahu tempat menjemput dia, maka belum bertemulah q dengan bidadari q. Melalui shalat tahajud dan dhuha itulah q mencoba memohon petunjuk pada Allah, dmana tempat menjemput bidadari yang akan mendampingi q d dunia dan akhirat kelak. Dalam tahajud dan dhuha , q slalu panjatkan do’a pada Allah, untuk segera dipertemukan dengan bidadari q. Maka melalui tahajud dan dhuha q jemput bidadari yang akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
2.    Q pinang engkau dengan Bismillah
    Setelah q dipertemukan dengannya, dan tahu tempat menjemputnya. Q coba meyakinkan hati ini, apakah benar tempat menjemputnya? Apakah dia bidadari yang q jemput? Q yakinkan hati ini dengan shalat istikharah, mohon petunjuk dan keyakinan Kepada Allah… Setelah q benar-benar yakin benar tempat q menjeput dan benar dia bidadari yang q jemput, maka  q pinang dia dengan Bismillah untuk menjadi belahan jiwa q…untuk menjadi istri q… yang dapat member kebahagiaan dunia dan akhirat… Dan q sadar detik..detik.. jelang akad ada fitnah dari syaitan yang berusaha tuk gagalkan akad tu… Maka q berlindung pada Allah dari keraguan dan godaan syaitan yang terkutuk. Q mantapkan langkah ini dengan Bismillah…

3.    Q bina engkau dengan La Haula Walla Kuwwata Illabillah
    Setelah selesai q ikrarkan akad, maka di mulailah awal perjuangan bersama untuk       membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Bersama lalui manis pahitnya biduk rumah tangga. Membina bersama keluarga yang di ridhoi Allah, yang tentunya nahkoda hanya ada 1, yaitu q, sebagai suami. Karena jika keduanya sama2 menjadi nahkoda, kapal biduk rumah tangga bsa karam. Q kan berusaha membina mu dengan La Haula Walla Kuwwata Illabillah… Dan daya upaya asalnya hanya dari Allah semata… Dan q kan menempatkanmu sebagai bidadari q, sesuai peranmu sesungguhnya, sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah… Y Allah…jadikan hamba seorang suami dan imam yang amanah bagi istri dan keluarga q… Aamiin…

Wednesday, September 22, 2010

Mengapa Orang-Orang Yahudi Pintar ???

Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi.


Allah Ta'ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian...

"dan Facebook yang sedang kita gunakan ini pun adalah hasil karya mereka"...

Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka ini.

Marilah kita simak dengan seksama artikel di bawah ini, kemudian membahasnya bersama di kolom komentar dan jangan lupa mari kita SHARE / BAGIKAN agar saudara-saudara kita juga mempunyai kesempatan membaca artikel berharga ini.



Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar?
Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.



Persiapan Melahirkan
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Cara Makan
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

ROKOK
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok.
Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

1 - 6 SD
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Sekolah Menengah - Perguruan Tinggi
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

PENDIDIKAN ANAK DI PALESTINA
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"

Majalah Sabili

Dicopy dari :
Postingan Indah novianti di :

Tambahan :

* Jika ada buah, mendahulukan makan buah sebelum makan berat adalah sesuai dengan sunnah/cara makan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam.
* Memanah, berkuda, dan berenang adalah olahraga yang paling dianjurkan oleh Rasulullah Sallalahu 'alaqihi wasallam kepada ummatnya.
* Untuk ibu yang sedang mengandung, sangat dianjurkan untuk sering membaca atau mendengarkan Al-Qur'an. Dalam artikel di atas ditulis dengan bernyanyi & main piano, disini esensi yang dapat kita petik adalah komunikasi & aktifitas ibu Yahudi yang sedang mengandung, berbeda dengan ibu-ibu non Yahudi yang cenderung malas-malasan dengan alasan menjaga kandungannnya, sehingga tidak ada komunikasi & aktifitas ibu hamil. Seperti kita ketahui bahwa musik diharamkan dalam Islam, jadi yang terbaik adalah dengan mendengarkan, membaca, & menghafal Al Qur'an. Karena janin di dalam kandungan tidak diam, tapi ia tengah "sekolah".

Yahudi dan Babi

Setelah diedit
Wah ternyata pada tulisan saya ini sebelum di-edit, saya benar-benar salah paham dan salah informasi tentang kebiasaan orang yahudi memakan babi. Ternyata orang yahudi juga sama dengan orang Islam, yaitu tidak memakan Babi...
Jazakumullahu Khoir akhi Arlinda Herman 'Jr atas koreksinya.

Yahudi dan ROKOK

Sebagaimana kita telah baca dalam artikel diatas, rokok adalah barang yang tabu bagi mereka. Akan tetapi tahukah anda Philip Morris adalah seorang Yahudi, adalah pemilik perusahaan rokok yang telah menguasai 50% pasar rokok di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, HM Sampoerna adalah termasuk milik Philip Morris.

Jadi apa yang bisa anda banggakan wahai perokok??? Bertaubatlah

Sebagaimana kita telah baca dalam artikel di atas, musik mereka gunakan

Wallahu 'alam

Thursday, February 12, 2009

HIKMAH

Yang indah di dunia adalah fatamorgana. Yang abadi adalah indahnya kehidupan akhirat kelak. Yang ikhlas tidak hanya dihati, tapi dilisan, dan juga perbuatan. Bukan mudah mengejar impian. Bukan mudah mencari yang hilang. Namun jauh lebih susah bila harus mempertahankan apa yang ada. Karena yang tergenggam bias terlepas. Yang terikat bias membelenggu.. Jika kau tak dapat memiliki apa yang kau sukai maka sukailah apa yang kau miliki saat ini.

HIKMAH

Bersabar atas kepedihan yang dibuat saudara lebih baik daripada mencelanya. Mencelanya lebih baik daripada memutuskan hubungan silahturahmi dengannya. Memutuskan hubungan tali silahturahmi lebih baik daripada memfitnahnya. Jauh lebih baik lagi jika qta bersabar & pasrahkan semuanya kepada Alloh SWT.

SYARAT DALAM BERDO'A

SYARAT DALAM BERDO’A

1. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan setiap do’a
2. Bersungguh-sungguh
3. Berdo’a di setiap kondisi
4. Tidak berdo’a untuk kejelekan
5. Hanya berdo’a kepada Allah Ta’ala
6. Merendahkan suara
7. Dengan menyebut Asmaa-ul Husna
8. Pengakuan dosa
9. Tidak banyak bersajak
10. Merendahkan diri, khusyu’, dan penuh harap
11. Bertaubat
12. Dengan perantaraan amal yang baik
13. Tiga kali mengulangi do’a
14. Mengucapkan shalawat
15. Menghadap Kiblat
16. Mengangkat kedua tangan
17. Berwudhu’ sebelum berdo’a
18. Menangis dalam do’a
19. Mengadukan semua kelemahan dan kekurangan
20. Memanfaatkan waktu, kesempatan, dan kondisi yang mustajab
( Dikutip dari " Buku Saku DO'a & Dzikir Sewaktu-Waktu Berdasarkan Tuntunan Sunnah Rasulullah ", karya : Abu Faishal 'Alauddin bin Yusuf Al-'Utaibi )

KISAH TAULADAN

DO'A SEORANG IBU

Pada zaman dahulu tersebutlah Juraij, pemuda sholih yang rajin beribadah. Suatu ketika tatkala Juraij sedang beribadah, ibunya memanggilnya dari luar. Pada awalnya ia ragu memilih ibu atau sholatnya, namun akhirnya ia pun tetap memilih sholatnya. Hal ini terus berlangsung selama tiga kali. Mungkin sang ibunda telah mulai merasa jengkel karena tidak dihiraukan, akhirnya ia berdo’a agar Juraij tidak meninggal dunia sebelum melihat wajah pelacur. Ternyata Alloh memperkenankan aduan sang ibu. Juraij terjerat kasus pencemaran nama baik oleh seorang pelacur hingga orang-orang menghancurkan tempat ibadahnya. Tetapi setelah kebenaran mulai tampak berada di pihak Juraij, semuanya meminta maaf, Juraij lalu tersenyum.“ Mengapa anda tersenyum ?“ tanya mereka. Beliau menjawab :“ Aku merasa diriku telah terkena do’a ibuku.“ Lantas ia ceritakan alur kejadiannya dari awal.
Semoga saudaraku yang membaca kisah ini dapat mengambil pelajaran yang berguna dalam bergaul dengan kedua orang tuanya.
Amin.
Wallohu A’lam.
Abu Usamah al-Kadiriy.
( Diringkas dari hadist shohih riwayat Imam al-Bukhori dalam Adabul-Mufrod no.33, dishohihkan oleh al-Albani )

NILAI KASIH IBU

NILAI KASIH IBU

Seorang anak yang sedang mendapati ibunya sibuk di dapur, kemudian ia menulis sesuatu di selembar kertas. Dan ia berikan kepada ibunya. Dibaca surat itu oleh ibunya :
1. Upah membantu ibu ke warung : Rp. 25.000,-
2. Membereskan tempat tidur : Rp. 25.000,-
3. Menyapu : Rp. 15.000,-
4. Menyiram bunga : Rp. 10.000,-
5. Memijat ibu : Rp. 10.000,-
6. Total : Rp. 85.000,-
Membaca itu, ibunya hanya tersenyum. Kemudian mengambil pena dan dibalasnya surat itu dibalik kertas tadi.
1. Mengandungmu selama 9 bulan : GRATIS
2. Merasakan sakit & memepertaruhkan nyawa saat melahirkanmu : GRATIS
3. Menyusuimu : GRATIS
4. Menjagamu semalaman karena tangismu : GRATIS
5. Air mata yang menetes karenamu : GRATIS
6. Khawatir memikirkan keadaanmu : GRATIS
7. Menyekolahkanmu & mendidikmu : GRATIS
8. Menyediakan makan, minum, baju, dan segala keperluanmu : GRATIS
9. Merawatmu saat kau sakit : GRATIS
10. TOTAL nilai Kasih Ibu padamu : GRATIS
Air mata anak itu berlinang setelah membacanya, kemudian ia memeluk ibunya erat-erat sambil berkata : Aq sayang Ibu......Maafkan aq........
Ia pun mengambil pena & menulis dikertas yang sama :
Semuanya LUNAS, bahkan aq begitu banyak berhutang pada ibu......................

Aq hanya bisa berdo’a setiap waktu & setiap selesai habis sholat :



Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

Monday, January 5, 2009

Arti Syukur Sesungguhnya....

ARTI SYUKUR SESUNGGUHNYA

Kisah seorang sahabat qta. Ketika itu sahabat qta baru saja ditimpa musibah, ia termasuk salah satu korban tsunami, seluruh rumahnya & harta bendanya serta seluruh keluarganya hanyut dihantam tsunami. Tetapi ada yang aneh dari perilaku sahabat qta ini, ia hanya tersenyum, ia tidak tampak sedih apalagi menangisi kejadian tersebut. Ketika dia ditanya, mengapa engkau tersenyum? bukannya bersedih atas peristiwa yang baru saja menimpamu, tidakkah engkau punya hati? Ia hanya menjawab, Alhamdulillah baru saja Allah menyelamatkan diriku dari dasyatnya tsunami dan mengingatkanku tentang tanda2 kekuasaan-Nya serta masih memberiku kesempatan untuk mengumpulkan bekal untuk akhiratku kelak. Tentunya fitrahku sebagai manusia aku bersedih kehilangan seluruh keluargaku dan harta bendaku. Namun aq selalu ingat sesungguhnya hidup, mati, rezeki dan jodoh seseorang ada ditangan Allah SWT. Sesungguhnya semua itu hanyalah titipan & amanah dari Allah SWT. Insya Allah dibalik semua itu ada hikmahnya.
Beberapa bulan kemudian sahabat qta itu mendapatkan warisan ratusan milyar rupiah dari pamannya. Kemudian ia sujud syukur & kembali tersenyum saja tanpa terlihat kegembiraan tersirat di raut wajahnya. Ketika ditanya, mengapa engkau hanya tersenyum, bukannya bergembira ria karena telah mendapatkan harta yang melimpah ruah, tidakkah engkau punya hati ? Ia hanya menjawab , Alhamdulillah baru saja Allah memberiku satu kenikmatan lagi, padahal sudah begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepadaku & Allah kembali mengingatkanku tentang tanda2 kekuasaan-Nya serta Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Tentunya fitrahku sebagai manusia aku bergembira sekali atas nikmat itu. Namun aq selalu ingat sesungguhnya hidup, mati, rezeki dan jodoh seseorang ada ditangan Allah SWT. Sesungguhnya semua itu hanyalah titipan & amanah dari Allah SWT. Sesungguhnya aq sedang diuji Allah dengan kenikmatan2 yang diberikan kepadaku. Apakah aq dapat mensyukurinya atau tidak. Ya Allah masukkanlah hamba termasuk dalam golongan hamba2mu yang menjadi ahli syukur.
Subhanallah…. Inilah arti syukur sesungguhnya. Dimana ketika qta ditimpa kesusahan, qta tidak menggerutu dan terlalu larut dalam kesedihan, melainkan mengingat akan nikmat2 yang telah Allah berikan dan mengingat tanda2 kekuasaan-Nya serta mengingat akan hikmah dibaliknya. Dimana ketika qta diberi kesenangan, qta tidak bergembira berlebihan dan terlarut dalam kegembiraan itu, melainkan mengingat telah begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada qta dan mengingat tanda2 kekuasaan-Nya serta mengingat kenikmatan itu merupakan ujian untuk qta, apakah qta dapat mensyukurinya atau tidak. Alhamdulillahirrahmanirrahim……………………………

Friday, December 19, 2008

Menjadi Sahabat Yang Menyenangkan

Menjadi Sahabat Yang Menyenangkan

PDF Cetak E-mail
Saturday, 08 April 2006 ( dicuplik dari situs Al Furqon )

Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (ithmi'nân/thuma'nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia.

Hampir setiap Mukmin mempunyai harapan yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin bahagia; sakînah mawaddah warahmah. Namun, sebagian orang menganggap bahwa menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta langgeng adalah hal yang tidak gampang. Fakta-fakta buruk kehidupan rumahtangga yang terjadi di masyarakat seolah makin mengokohkan asumsi sulitnya menjalani kehidupan rumahtangga. Bahkan, tidak jarang, sebagian orang menjadi enggan menikah atau menunda-nunda pernikahannya.

Menikahlah, Karena Itu Ibadah

Sesungguhnya menikah itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, hanya memerlukan perhitungan cermat dan persiapan matang saja, agar tidak menimbulkan penyesalan. Sebagai risalah yang syâmil (menyeluruh) dan kâmil (sempurna), Islam telah memberikan tuntunan tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim. Tujuannya adalah agar pernikahan itu berkah dan bernilai ibadah serta benar-benar memberikan ketenangan bagi suami-istri. Dengan itu akan terwujud keluarga yang bahagia dan langgeng. Hal ini bisa diraih jika pernikahan itu dibangun atas dasar pemahaman Islam yang benar.

   Menikah hendaknya diniatkan untuk mengikuti sunnah Rasullullah saw., melanjutkan keturunan, dan menjaga kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan iman, dan menjaga kehormatan. Pernikahan merupakan sarana dakwah suami terhadap istri atau sebaliknya, juga dakwah terhadap keluarga keduanya, karena pernikahan berarti pula mempertautkan hubungan dua keluarga. Dengan begitu, jaringan persaudaraan dan kekerabatan pun semakin luas. Ini berarti, sarana dakwah juga bertambah. Pada skala yang lebih luas, pernikahan islami yang sukses tentu akan menjadi pilar penopang dan pengokoh perjuangan dakwah Islam, sekaligus tempat bersemainya kader-kader perjuangan dakwah masa depan.

   Inilah tujuan pernikahan yang seharusnya menjadi pijakan setiap Muslim saat akan menikah. Karena itu, siapa pun yang akan menikah hendaknya betul-betul mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk meraih tujuan pernikahan seperti yang telah digariskan Islam. Setidaknya, setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, harus memahami konsep-konsep pernikahan islami seperti: aturan Islam tentang posisi dan peran suami dan istri dalam keluarga, hak dan kewajiban suami-istri, serta kewajiban orangtua dan hak-hak anak; hukum seputar kehamilan, nasab, penyusuan, pengasuhan anak, serta pendidikan anak dalam Islam; ketentuan Islam tentang peran Muslimah sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga, juga perannya sebagai bagian dari umat Islam secara keseluruhan, serta bagaimana jika kewajiban-kewajiban itu berbenturan pada saat yang sama; hukum seputar nafkah, waris, talak (cerai), rujuk, gugat cerai, hubungan dengan orangtua dan mertua, dan sebagainya. Semua itu membutuhkan penguasaan hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh pasangan yang akan menikah. Artinya, menikah itu harus didasarkan pada ilmu.

           Jadilah Sahabat yang Menyenangkan

           Pernikahan pada dasarnya merupakan akad antara laki-laki dan perempuan untuk membangun rumahtangga sebagai suami-istri sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sesungguhnya kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah kehidupan persahabatan. Suami adalah sahabat karib bagi istrinya, begitu pula sebaliknya. Keduanya benar-benar seperti dua sahabat karib yang siap berbagi suka dan duka bersama dalam menjalani kehidupan pernikahan mereka demi meraih tujuan yang diridhai Allah Swt. Istri bukanlah sekadar partner kerja bagi suami, apalagi bawahan atau pegawai yang bekerja pada suami. Istri adalah sahabat, belahan jiwa, dan tempat curahan hati suaminya.

   Islam telah menjadikan istri sebagai tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah Swt. berfirman:

"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya. (QS ar-Rum [30]: 21).

   Maka dari itu, sudah selayaknya suami akan merasa tenteram dan damai jika ada di sisi istrinya, demikian pula sebaliknya. Suami akan selalu cenderung dan ingin berdekatan dengan istrinya. Di sisi istrinya, suami akan selalu mendapat semangat baru untuk terus menapaki jalan dakwah, demikian pula sebaliknya. Keduanya akan saling tertarik dan cenderung kepada pasangannya, bukan saling menjauh. Keduanya akan saling menasihati, bukan mencela; saling menguatkan, bukan melemahkan; saling membantu, bukan bersaing. Keduanya pun selalu siap berproses bersama meningkatkan kualitas ketakwaannya demi meraih kemulian di sisi-Nya. Mereka berdua berharap, Allah Swt. berkenan mengumpulkan keduanya di surga kelak. Ini berarti, tabiat asli kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah ithmi'nân/tuma'ninah (ketenangan dan ketentraman). Walhasil, kehidupan pernikahan yang ideal adalah terjalinnya kehidupan persahabatan antara suami dan istri yang mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi keduanya.

   Untuk menjamin teraihnya ketengan dan ketenteraman tersebut, Islam telah menetapkan serangkaian aturan tentang hak dan kewajiban suami-istri. Jika seluruh hak dan kewajiban itu dijalankan secara benar, terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah adalah suatu keniscayaan.

           Bersabar atas Kekurangan Pasangan

           Kerap terjadi, kenyataan hidup tidak seindah harapan. Begitu pula dengan kehidupan rumahtangga, tidak selamanya berlangsung tenang. Adakalanya kehidupan suami-istri itu dihadapkan pada berbagai problem baik kecil ataupun besar, yang bisa mengusik ketenangan keluarga. Penyebabnya sangat beragam; bisa karena kurangnya komunikasi antara suami-istri, suami kurang makruf terhadap istri, atau suami kurang perhatian kepada istri dan anak-anak; istri yang kurang pandai dan kurang kreatif menjalankan fungsinya sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga; karena adanya kesalahpahaman dengan mertua; atau suami yang 'kurang serius' atau 'kurang ulet' mencari nafkah. Penyebab lainnya adalah karena tingkat pemahaman agama yang tidak seimbang antara suami-istri; tidak jarang pula karena dipicu oleh suami atau istri yang selingkuh, dan lain-lain.

   Sesungguhnya Islam tidak menafikan adanya kemungkinan terusiknya ketenteraman dalam kehidupan rumahtangga. Sebab, secara alami, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti dihadapkan pada berbagai persoalan. Hanya saja, seorang Muslim yang kokoh imannya akan senantiasa yakin bahwa Islam pasti mampu memecahkan semua problem kehidupannya. Oleh karena itu, dia akan senantiasa siap menghadapi problem tersebut, dengan menyempurnakan ikhtiar untuk mencari solusinya dari Islam, seiring dengan doa-doanya kepada Allah Swt. Sembari berharap, Allah memudahkan penyelesaian segala urusannya.

   Keluarga yang sakinah mawaddah warahmah bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Yang dimaksud adalah keluarga yang dibangun atas landasan Islam, dengan suami-istri sama-sama menyadari bahwa mereka menikah adalah untuk ibadah dan untuk menjadi pilar yang mengokohkan perjuangan Islam. Mereka siap menghadapi masalah apapun yang menimpa rumahtangga mereka. Sebab, mereka tahu jalan keluar apa yang harus ditempuh dengan bimbingan Islam.

   Islam telah mengajarkan bahwa manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah, tidak pula ma'shûm (terpelihara dari berbuat maksiat) seperti halnya para nabi dan para rasul. Manusia adalah hamba Allah yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan menjadi tempat berkumpulnya banyak kekurangan. Pasangan kita (suami atau istri) pun demikian, memiliki banyak kekurangan. Karena itu, kadangkala apa yang dilakukan dan ditampakkan oleh pasangan kita tidak seperti gambaran ideal yang kita harapkan. Dalam kondisi demikian, maka sikap yang harus diambil adalah bersabar!

   Sabar adalah salah satu penampakan akhlak yang mulia, yaitu wujud ketaatan hamba terhadap perintah dan larangan Allah Swt. Sabar adalah bagian hukum syariat yang diperintahkan oleh Islam. (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 153; QS az-Zumar [39]: 10).

   Makna kesabaran yang dimaksudkan adalah kesabaran seorang Mukmin dalam rangka ketaatan kepada Allah; dalam menjalankan seluruh perintah-Nya; dalam upaya menjauhi seluruh larangan-Nya; serta dalam menghadapi ujian dan cobaan, termasuk pula saat kita dihadapkan pada 'kekurangan' pasangan (suami atau istri) kita.

   Namun demikian, kesabaran dalam menghadapi 'kekurangan' pasangan kita harus dicermati dulu faktanya.

Pertama: Jika kekurangan itu berkaitan dengan kemaksiatan yang mengindikasikan adanya pelalaian terhadap kewajiban atau justru melanggar larangan Allah Swt. Dalam hal ini, wujud kesabaran kita adalah dengan menasihatinya secara makruf serta mengingatkannya untuk tidak melalaikan kewajibannya dan agar segera meninggalkan larangan-Nya. Contoh pada suami: suami tidak berlaku makruf kepada istrinya, tidak menghargai istrinya, bukannya memuji tetapi justru suka mencela, tidak menafkahi istri dan anak-anaknya, enggan melaksanakan shalat fardhu, enggan menuntut ilmu, atau malas-malasan dalam berdakwah. Contoh pada istri: istri tidak taat pada suami, melalaikan pengasuhan anaknya, melalaikan tugasnya sebagai manajer rumahtangga (rabb al-bayt), sibuk berkarier, atau mengabaikan upaya menuntut ilmu dan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Sabar dalam hal ini tidak cukup dengan berdiam diri saja atau nrimo dengan apa yang dilakukan oleh pasangan kita, tetapi harus ada upaya maksimal menasihatinya dan mendakwahinya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kita senantiasa mendoakan pasangan kita kepada Allah Swt.

   Kedua: Jika kekurangan itu berkaitan dengan hal-hal yang mubah maka hendaknya dikomunikasikan secara makruf di antara suami-istri. Contoh: suami tidak terlalu romantis bahkan cenderung cuwek; miskin akan pujian terhadap istri, padahal sang istri mengharapkan itu; istri kurang pandai menata rumah, walaupun sudah berusaha maksimal tetapi tetap saja kurang estetikanya, sementara sang suami adalah orang yang apik dan rapi; istri kurang bisa memasak walaupun dia sudah berupaya maksimal menghasilkan yang terbaik; suami "cara bicaranya" kurang lembut dan cenderung bernada instruksi sehingga kerap menyinggung perasaan istri; istri tidak bisa berdandan untuk suami, model rambutnya kurang bagus, hasil cucian dan setrikaannya kurang rapi; dan sebagainya. Dalam hal ini kita dituntut bersabar untuk mengkomunikasikannya, memberikan masukan, serta mencari jalan keluar bersama pasangan kita. Jika upaya sudah maksimal tetapi belum juga ada perubahan, maka terimalah itu dengan lapang dada seraya terus mendoakannya kepada Allah Swt. (Lihat: QS an-Nisa' [4]: 19). Rasulullah saw. bersabda:Â

[i]Janganlah seorang suami membenci istrinya. Jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menyenangi perangainya yang lain. (HR Muslim).[i]

   Inilah tuntunan Islam yang harus dipahami oleh setiap Mukmin yang ingin rumahtangganya diliputi dengan kebahagiaan, cinta kasih, ketenteraman, dan langgeng. Wallâhu a'lam bi ash-shawab. []

Menikah Membuatku Kaya

Menikah Membuatku Jadi Kaya

Oleh Azimah Rahayu
13 Jun 2006 06:59 WIB

Pada hari-hari pertama pernikahan kami, suami bertanya, “Ke mana saja uangmu selama ini?� Pertanyaan itu sungguh menggedor dadaku. Ya, ke mana saja uangku selama ini? Buku tabunganku tak pernah berisi angka belasan hingga puluhan juta. Selalu hanya satu digit. Itu pun biasanya selalu habis lagi untuk kepentingan yang agak besar seperti untuk bayar kuliah (ketika aku kuliah) dan untuk kepentingan keluarga besarku di kampung. Padahal, kalau dihitung-hitung, gajiku tidaklah terlalu kecil-kecil amat. Belum lagi pendapatan lain-lain yang kudapat sebagai penulis, instruktur pelatihan menulis, pembicara di berbagai acara, guru privat, honor anggota tim audit ataupun tim studi. Lalu, ke mana saja uangku selama ini? Kepada suamiku, waktu itu aku membeberkan bahwa biaya operasional untuk keaktifanku cukup besar. Ongkos jalan, pulsa telepon, nombok biaya kegiatan, makan dan traktiran. Intinya, aku mencari apologi atas aliran uangku yang tidak jelas.

Namun diam-diam aku malu padanya. Sesaat sebelum pernikahan kami, dia berkata, “Gajiku jauh di bawah gajimu...�. Kata-kata suamiku -ketika masih calon- itu membuatku terperangah. “Yang benar saja?� sambutku heran. Dengan panjang kali lebar kemudian dia menjelaskan kondisi perusahaan plat merah tempatnya bekerja serta bagaimana tingkat numerasinya. Yang membuatku lebih malu lagi adalah karena dengan gajinya yang kecil itu, setelah empat tahun hidup di Jakarta, ia telah mampu membeli sebuah sepeda motor baru dan sebuah rumah –walaupun bertipe RSS- di dalam kota Jakarta. Padahal, ia tidak memiliki sumber penghasilan lain, dan dikantornya dikenal sebagai seorang yang bersih, bahkan “tak kenal kompromi untuk urusan uang tak jelas.� Fakta bahwa gajinya kecil membuatku tahu bahwa suamiku adalah seorang yang hemat dan pandai mengatur penghasilan. Sedang aku?

***

Hari-hari pertama kami pindahan.
Aku menata baju-baju kami di lemari. “Mana lagi baju, Mas?� tanyaku pada suami yang tengah berbenah. “Udah, itu aja!� Aku mengernyit. “Itu aja? Katanya kemarin baju Mas banyak?� tanyaku lebih lanjut. “Iya, banyak kan?� tegasnya lagi tanpa menoleh. Aku kemudian menghitung dengan suara keras. Tiga kemeja lengan pendek, satu baju koko, satu celana panjang baru, tiga pasang baju seragam. Itu untuk baju yang dipakai keluar rumah. Sedang untuk baju rumah, tiga potong kaos oblong dengan gambar sablon sebuah pesantren, dua celana pendek sedengkul dan tiga pasang pakaian dalam. Ketika kuletakkan dalam lemari, semua itu tak sampai memenuhi satu sisi pintu sebuah lemari. Namun dua lemari besar itu penuh. Itu artinya pakaianku lebih dari tiga kali lipat lebih banyak dibanding jumlah baju suamiku. Kata orang, kaum wanita biasanya memang memiliki baju lebih banyak dibanding kaum laki-laki. Tapi isi lemari baju itu memberikan jawaban atas banyak hal padaku. Terutama, pertanyaannya di hari-hari pertama pernikahan kami tentang ke mana saja uangku. Isi lemari itu memberi petunjuk bahwa selain untuk keluarga dan organisasi, ternyata aku menghabiskan cukup banyak uang untuk belanja pakaian. Oo!

Pekan-pekan pertama aku hidup bersamanya.
Aku mencoba mencatat semua pengeluaran kami. Dan aku sudah mulai memasak untuk makan sehari-hari. Cukup pusing memang. Apalagi jika melihat harga-harga yang terus melonjak. Tapi coba lihat...! Untuk makan seminggu, pengeluaran belanjaku tak pernah lebih dari seratus ribu. Padahal menu makanan kami tidaklah terlalu sederhana: dalam seminggu selalu terselip ikan, daging atau ayam meski tidak tiap hari. Buah–makanan -kesukaanku- dan susu –minuman favorit suamiku- selalu tersedia di kulkas. Itu artinya, dalam sebulan kami berdua hanya menghabiskan kurang dari lima ratus ribu untuk makan dan belanja bulanan. Aku jadi berhitung, berapa besar uang yang kuhabiskan untuk makan ketika melajang? Aku tak ingat, karena dulu aku tak pernah mencatat pengeluaranku dan aku tidak memasak. Tapi yang pasti, makan siang dan malamku rata-rata seharga sepuluh hingga belasan ribu. Belum lagi jika aku jalan-jalan atau makan di luar bersama teman. Bisa dipastikan puluhan ribu melayang. Itu artinya, dulu aku menghabiskan lebih dari 500ribu sebulan hanya untuk makan? Ups!

Baru sebulan menikah.
“De, kulihat pembelian pulsamu cukup banyak? Bisa lebih diatur lagi?�
“Mas, untuk pulsa, sepertinya aku tidak bisa menekan. Karena itu adalah saranaku mengerjakan amanah di organisasi.� Si mas pun mengangguk. Tapi ternyata, kuhitung dalam sebulan ini, pengeluaran pulsaku hanya 300 ribu, itu pun sudah termasuk pulsa untuk hp si Mas, lumayan berkurang dibanding dulu yang nyaris selalu di atas 500 ribu rupiah.

Masih bulan awal perkawinan kami.
Seminggu pertama, aku diantar jemput untuk berangkat ke kantor. Tapi berikutnya, untuk berangkat aku nebeng motor suamiku hingga ke jalan raya dan meneruskan perjalanan dengan angkutan umum sekali jalan. Dua ribu rupiah saja. Pulangnya, aku naik angkutan umum. Dua kali, masing-masing dua ribu rupiah. Sebelum menikah, tempat tinggalku hanya berjarak tiga kiloan dari kantor. Bisa ditempuh dengan sekali naik angkot plus jalan kaki lima belas menit. Ongkosnya dua ribu rupiah saja sekali jalan. Tapi dulu aku malas jalan kaki. Kuingat-ingat, karena waktu mepet, aku sering naik bajaj. Sekali naik enam ribu rupiah. Kadang-kadang aku naik dua kali angkot, tujuh ribu rupiah pulang pergi. Hei, besar juga ya ternyata ongkos jalanku dulu? Belum lagi jika hari Sabtu Ahad. Kegiatanku yang banyak membuat pengeluaran ongkos dan makan Sabtu Ahadku berlipat.

Belum lagi tiga bulan menikah.
“Ke ITC, yuk, Mas?� Kataku suatu hari. Sejak menikah, rasanya aku belum lagi menginjak ITC, mall, dan sejenisnya. Paling pasar tradisional. “Oke, tapi buat daftar belanja, ya?� kata Masku. Aku mengangguk. Di ITC, aku melihat ke sana ke mari. Dan tiap kali melihat yang menarik, aku berhenti. Tapi si Mas selalu langsung menarik tanganku dan berkata,�Kita selesaikan yang ada dalam daftar dulu?� Aku mengangguk malu. Dan aku kembali teringat, dulu nyaris setiap ada kesempatan atau pas lewat, aku mampir ke ITC, mall dan sejenisnya. Sekalipun tanpa rencana, pasti ada sesuatu yang kubeli. Berapa ya dulu kuhabiskan untuk belanja tak terduga itu?

Masih tiga bulan pernikahan “Kita beli oleh-oleh sebentar ya, untuk Bude?� Masku meminggirkan motor. Kios-kios buah berjejer di pinggir jalan. Kami dalam perjalanan silaturahmi ke rumah salah satu kerabat. Dan membawakan oleh-oleh adalah bagian dari tradisi itu.
“Sekalian, Mas. Ambil uang ke ATM itu...� Aku ingat, tadi pagi seorang tetangga ke rumah untuk meminjam uang. Ini adalah kesekian kali, ada tetangga meminjam kepada kami dengan berbagai alasan. Dan selama masih ada si Mas selalu mengizinkanku untuk memberi pinzaman(meski tidak langsung saat itu juga). Semua itu membuatku tahu, meskipun hemat, si Mas tidaklah pelit. Bersikaplah pertengahan, begitu katanya. Jangan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas, tapi jangan lantas menjadi pelit!

***

Semester pertama pernikahan.
Mengkilat. Elegan. Kokoh. Masih baru. Gress. Begitu sedap dipandang mata. Benda itu, sudah sekian lama kuinginkan. Sebuah laptop baru kelas menengah (meski masih termasuk kategori low end). Namun selama ini, setiap kali melihatnya di pameran atau di toko-toko komputer, aku hanya bisa memandanginya dan bermimpi. Tak pernah berani merencanakan, mengingat duitku yang tak pernah cukup. Tapi rasanya, dalam waktu dekat benda di etalase itu akan kumiliki. Rasanya sungguh indah, memiliki sebuah benda berharga yang kubeli dengan uangku sendiri, uang yang kukumpulkan dari gajiku.

Sejak menikah, aku tak pernah lagi membeli baju untuk diriku sendiri. Pakaian dan jilbabku masih dapat di-rolling untuk sebulan. Sejak menikah, aku memilih membawa makan siang dari rumah ke kantor. Aku juga jarang ke mall lagi. Dan kini, setiap kali akan membeli sesuatu, aku selalu bertanya: perlukah aku membeli barang itu? Indahnya, aku menikmati semua itu. Dan kini, aku bisa menggunakan tabunganku untuk sesuatu yang lebih berharga dan tentu saja bermanfaat bagi aktifitasku saat ini, lingkunganku dan masa depanku nanti.

Aku bersyukur kepada Allah. Semua ini, bisa dikatakan sebagai berkah pernikahan. Bukan berkah yang datang tiba-tiba begitu saja dari langit. Tapi berkah yang dikaruniakan Allah melalui pelajaran berhemat yang dicontohkan oleh suamiku. Rabb, terima kasih atas berkahMu...

@Azimah, 070606

(http://eramuslim.com/atc/oim/44892bfd.htm)

Friday, January 18, 2008

PESAN-PESAN TERAKHIR RASULULLAH

PESAN-PESAN TERAKHIR RASULULLAH


Assalamu'alaikum Wr Wb...........................

Sungguh banyak nasihat yang telah Rasulullah SAW sampaikan kepada umatnya, baik yang berkaitan dengan masalah duniawi maupun masalah ukhrawi mereka. Di antara nasihat-nasihat yang paling berkesan di hati para Sahabatnya adalah nasihat yang beliau sampaikan menjelang wafatnya, sebagaimana dikisahkan oleh salah seorang Sahabat bernama al-‘Irbadh bin Sariyah berikut ini :

Dari al-‘Irbadh bin Sariyah r.a, , dia berkata bahwa ( pada suatu hari ) Rasulullah memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang sangat berkesan sehingga hati kami terharu dan air mata kami bercucuran. Maka kami pun menyapanya : “ Wahai Rasulullah, sepertinya ini pesan perpisahan. Untuk itu berilah kami wasiat. ” Rasulullah SAW bersabda : ” Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu mendengar dan taat meskipun yang memimpin kalian seorang budak hitam ( Habsyi ). Karena sesungguhnya, siapa yang masih hidup ( sepeninggalku ) niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham. Jauhilah pula oleh kalian perkara-perkara baru (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat". ( HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah )

Sungguh, sebuah wasiat yang begitu berharga, bukan saja bagi para Sahabatnya, namun juga bagi seluruh ummat Nabi Muhammad SAW sepeninggal beliau hingga akhir zaman nanti.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.......................................

Wednesday, January 16, 2008

Al-Fatiha ( Japanese Translate )


1. 慈悲あまねく慈愛深きアッラーの御名において。

2. 万有の主,アッラーにこそ凡ての称讃あれ,

3. 慈悲あまねく慈愛深き御方,

4. 最後の審きの日の主宰者に。

5. わたしたちはあなたにのみ崇め仕え,あなたにのみ御助けを請い願う。

6. わたしたちを正しい道に導きたまえ,

7. あなたが御恵みを下された人々の道に,あなたの怒りを受けし者,また踏み迷える人々の道ではなく。

Al-Ikhlas ( Japanese Translate )


1. 言え,「かれはアッラー,唯一なる御方であられる。

2. アッラーは,自存され,

3. 御産みなさらないし,御産れになられたのではない,

4. かれに比べ得る,何ものもない。」


Al-Ikhlash ( Deutsch Translate )

Im Namen Allahs, des Allerbarmers, des Barmherzigen!

[1] Sprich: "Er ist Allah, ein Einziger, [2] Allah, der Absolute (Ewige Unabhنngige, von Dem alles abhنngt). [3] Er zeugt nicht und ist nicht gezeugt worden, [4] und Ihm ebenbürtig ist keiner."

Al-Fatiha ( Deutsch Translate )

[1] Im Namen Allahs, des Allerbarmers, des Barmherzigen! [2] Alles Lob gebührt Allah, dem Herrn der Welten, [3] dem Allerbarmer, dem Barmherzigen, [4] dem Herrscher am Tage des Gerichts! [5] Dir (allein) dienen wir, und Dich (allein) bitten wir um Hilfe. [6] Führe uns den geraden Weg, [7] den Weg derer, denen Du Gnade erwiesen hast, nicht (den Weg) derer, die (Deinen) Zorn erregt haben, und nicht (den Weg) der Irregehenden.

Friday, November 9, 2007

Rasulullah Menangisi Wanita

Dari Ali bin Abu Thalib bahwa ia dan Fathimah masuk ke tempat Rasulullah SAW, yang saat itu beliau menangis sesenggukan. Kemudian Ali bertanya, “ Demi ayah dan ibumu sebagai tebusanmu wahai Rasulullah, apakah yang membuat engkau menangis ?“. Beliau menjawab, “ Wahai Ali, sewaktu aku di Isra’kan ke langit, aku melihat para wanita umatku diadzab dengan berbagai macam adzab. Maka aku menangis karena kerasnya siksaan yang kulihat itu. Aku melihat seorang wanita yang digantung di bagian rambutnya dan otaknya mendidih. Ada pula wanita yang digantung dibagian lidahnya, lalu air mendidih dituangkan ke tengorokannya. Kulihat pula seorang wanita yang kedua kakinya diikat ke payudaranya, kedua tangannya di ikat ke ujung rambutnya, lalu Allah melepaskan ular dan kalajengking mengerubutinya. Kulihat pula seorang wanita yang digantung pada kedua payudaranya. Kulihat pula seoramng yang kepalanya berupa kepala babi dan badannya badan keledai, yang mendapat seribu macam siksaan. Kulihat pulaseorang wanita dalam rupa anjing, api dimasukkan dari mulutnya dan keluar dari duburnya, sedang para malaikat memukuli kepalanya dengan palu dari api.

Fathimah bangkit berdiri dan bertanya, ”Wahai kekasihku, wahai belahan hatiku, apa yang dilakuka para wanita itu sehingga mereka ditimpa adzab semacam itu ?”

Beliau menjawab, ” Wahai putriku, wanita yang digantung di bagiaan rambutnya, karena dia tidak menutup rambutnya dari pandangan laki2. Adapun wanita yang digantung dibagian lidahnya, karena dia biasa menyakiti suaminya dengan perkataanya. Wanita yang digantung di bagian payudaranya, karena ia menjauhi tempat tidur suaminya. Wanita yang kakinya diikat dengan payudaranya dan tangannya diikatdengan ujung kepalanya, kemudian Allah melepaskan ular dan kalajengking yang mengerubutinya, karena dia tidak bersuci dari janabat dan haid serta meremehkan shalat. Wanita yang kepalanya berupa kepala babi dan badannya berupa badan keledi, karena dia suka menyebarkan perkataan yang mengadu domba dan pendusta. Wanita dalam rupa anjing, dan mulutnya di masuki api, yang kemudian api itu keluar dari duburnya, karena perkataannya menyakitkan dan pendengki. Wahai putriku, celaka wanita yang durhaka kepada suaminya.” ( di kutip dari Khutbah-Khutbah Rasulullah, Muhammad Khalil Al Khatib )

Friday, November 2, 2007

SMS Bijak

Asslmkm Wr Wb................

SERINGLAH MEMBACA BUKU WALAUPUN ENGKAU SUDAH MEMBACANYA NISCAYA ENGKAU AKAN MENDAPAT HAL YANG BARU DARI SEBELUMNYA

Jazzakumullah Khairan Katsira............

SMS Bijak

Asslmkm Wr Wb.....

TIAP LANGKAHMU,
TENTUKAN IMPIANMU.......
TIAP LANGKAHMU,
KAN DIMINTA
PERTANGGUNGJAWABAN......
TIAP LANGKAHMU,
TENTUKAN SURGAMU
ATAU NERAKAMU.....

Jazzakumullah Khairan Katsira.....

Wednesday, October 24, 2007

Al-Ikhlas ( French Translate )

Au nom d'Allah, le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux.

[1] Dis: "Il est Allah, Unique.
[2] Allah, Le Seul à être imploré pour ce que nous désirons.
[3] Il n'a jamais engendré, n'a pas été engendré non plus. [4] Et nul n'est égal à Lui".

Al-Fatiha ( French Translate )

[1] Au nom d'Allah, le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux. [2] Louange à Allah, Seigneur de l'univers.
[3]
Le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux,
[4] Maître du Jour de la rétribution.
[5] C'est Toi (Seul) que nous adorons, et c'est Toi (Seul) dont nous implorons secours.
[6] Guide-nous dans le droit chemin, [7] le chemin de ceux que Tu as comblés de faveurs, non pas de ceux qui ont encouru Ta colère, ni des égarés.